Headlines News :

    Theodorus II: "Kami Kudeta Mursi, Karena Mursi Menghalangi Sex Bebas"

    ****
    Dalam wawancara yang disiarkan sebuah TV di Mesir, Theodorus II pemimpin Kristen Koptik tertinggi di Mesir menegaskan, "Kami meminta militer melengserkan Mursi, karena ia menjadi penghalang kampanye seks bebas dan mengumbar aurat." Dalam wawancara sesaat setelah Mursi dikudeta, Theodorus menegaskan, "Syariat Islam menjadi penghalang kemajuan Mesir." 

    Kini di Mesir, koran-koran yang dimiliki penguasa Kristen sangat berani mengumbar foto-foto wanita telanjang plus. Bahkan lomba tari semi telanjang akan diadakan mirip dengan American Idol dengan audisi dan siaran Live dukungan melalui SMS. Panitia acara menari semi telanjang bahkan menegaskan, "Kami tidak peduli dengan pandangan Al-Azhar tentang acara kami."

    Di sisi lain, pemimpin Salafy -mungkin juga HT- mulai tersadarkan atas kekeliruan membantu junta kudeta di Mesir. Terutama setalah para pemimpin Salafy, bagaimanapun terkenal dan jamaahnya banyak, tidak lagi mendapat tempat di masjid-masjid sebelum mendapatkan izin dari kementerian wakaf.

    Namun, kalangan Islamis di Mesir tidak patah arang. Selain tekanan dengan gerakan dan aksi-aksi rutin, mereka kini justru memperkuat markaz-markaz tahfizh Al-Qur'an dan kursus-kursus kajian keislaman yang berizin Al-Azhar. Walau tak segemerlap di era Mursi, nampak masjid-masjid selalu penuh. Benar yang dikatakan Umar bin Khattab, "La ya'riful Islam man lam ya'rif al-jaahiliyyah" (tidak akan mengenal kesempurnaan Islam, jika tidak mengenal jahiliyah).

    Rakyat Mesir baru sadar pentingnya peran Mursi dan Ikhwanul Muslimin, setelah mengalami nasib di era kudeta. Generasi muda yang lahir di masa Mubarak, tentu menjalani kehidupan yang berbeda dengan generasi tua yang hidup di era Sadat atau Nasser. Bagi kaum muda Mesir, penghujung akhir era Mubarak masih jauh lebih manusiawi dibanding era saat ini. Sedang era Mursi dianggap era keemasan. Satu-satunya presiden yang rela dicaci maki 24 jam. Bahkan Mursi menjadi tumpahan kekesalan hingga saat ban meletus. Namun di era kudeta, semua tiarap termasuk yang dahulu menyebut Mursi, Mubarak berjanggut atau Penguasa Muslim tapi jauh dari Islam.

    Memang suara keledai selalu lebih nyaring!

    Israel: "Kehadiran ISIS, Tak Membahayakan Kami"


    By: Nandang BUrhanudin 
    *****
    Di tengah deru debu pertempuran dan kisah-kisah tragis, seorang pejabat tinggi Israel dalam sebuah konferensi pers menegaskan, "Kami tidak khawatir dengan keberadaan ISIS, karena memang tidak mengancam eksistensi Israel."
    Alasannya sebagai berikut:
    1. ISIS tidak seperti HAMAS, karena tidak memiliki prajurit solid, terlatih, dan memiliki spirit jihad spartan. Oleh karena itu, ISIS tidak akan mampu membunuh 1 pun prajurit Israel, tidak seperti HAMAS.
    2. ISIS terpusat di Irak dan Syiria, kami sangat mudah membendung laju mereka. ISIS tidak memiliki terowongan seperti HAMAS.
    3. ISIS tidak mendapat simpatik dunia seperti HAMAS. Terutama perilaku ISIS yang jauh dari ajaran agama manapun.
    Pendapat pejabat Israel di atas, semakin mempertegas polarisasi konflik Timur Tengah. Saat ini Israel tidak memiliki musuh berarti, sebab negara-negara Arab di sekiling Israel sibuk baku hantam satu sama lain. Sekaligus mencerminkan, kesuksesan konflik SARA made in Obama dibanding dengan invasi militer di era Bush.

    Gaza, Temukanku Berkumpul Syuhada


    ****
    By: Nandang Burhanudin

    Gaza, cintaku memapah jiwa memipih asa.
    Kuharap raga berpadu rasa di alam nyata.
    Rindu tak terperi melukis 7 samudera cinta.
    Nyanyian merdu daku tulis dalam relung jiwa. 


    Gaza, kau adalah pesona pembuncah asmara.
    Kuterjang prahara ribuan mil mengangkasa.
    Menembus waktu menjelajahi cakrawala.
    Semua demi cinta suci yang tak kenal noda.

    Gaza, selaksa asa terpendam sunyi gua garba rahasia.
    Deru mesiu membekukan hasrat cinta menggelora.
    Banjir darah tumpah ruah tanpa ada yang menghela.
    Tapi kutahu, Gaza kau adalah izzah umat yang tersisa.

    Gaza, bentangan langit bersih kembali semula.
    Berbongkahan bangunan hilang kejap seketika.
    Tapi anasir-anasir jahat semakin besar menggurita.
    Konspirasi setan dan manusia setengah setan merajalela.

    Gaza, maafkan daku atas tipis iman yang menakhkoda.
    Terlalu banyak terumbu karang yang menjadi noda jiwa.
    Angin, badai, terus menerjang hingga ku diterpa.
    Tersingkir dari perjalanan singkat menuju surga.

    Gaza, kulihat cahaya hidup menyemburat nyata.
    Butiran embun surga luruh membasahi persada.
    Fajar harapan menggiring diri untuk terus berdoa.
    Jika Allah ridha, kuberkenan menyatu dengan syuhada.

    * Hidup di dunia itu serba tidak boleh. Jangankan yang haram, yang halal saja serba dipersulit dan dilarang. Semoga cita-cita meraih syuhada terus menggema, agar menjadi penebus dosa.

    Tetap Waspada Pada Zionis!!

    Berita Hamas hari Selasa 2 september 214 :

    Doctor Mahmud al Zuhar anggota pimpinan Hamas memandang sangat jauh kemungkinan Yahudi menyerang kembali Gaza saat ini, terutama sekali dengan memerhatikan bersikerasnya Netanyahu untuk tetap memelihara gencatan senjata secara total.

    Namun demikian al Zuhar dalam wawancaranya pada televise al Quds Senin sore kemaren menegaskan bahwa Hamas tetap waspada dengan pengkhianatan Yahudi. Dan Hamas senantiasa siaga untuk menghadang niat agresi terhadap kawanan ini. Hal ini terbukti dengan kemajuan Hamas diatas kekuatan Yahudi dalam perjalanan yang panjang.

    Dia juga berkata: bahwa Hamas telah menghapuskan cita-cita Zionis yang bermimpi ingin menduduki dan menguasai dengan secepatnya melalui perang. Ternyata Hamaslah yang mengambil peran dan menghacurkan kekuatan mereka.

    Dia juga menegaskan bahwa Hamas telah sukses menghacur luluhkan kekuatan yahudi dalam agresi terhadap Gaza. Dan tiada seorang pun dari Yahudi yang merasa aman karena terbukti meningkatnya kekuatan Hamas di seluruh kawasan.

    Yahudi kini membayar kerugian Hamas masa lalu. Tawanan yahudi dibawah hamas menjadi pembayaran tawanan hamas dalam penjara yahudi.

    Dia juga menyinggung bahwa hamas akan menghantam bandara dan pelabuhan Israel jika Israel punya niat ingin menyerang Gaza. Dia menegaskan bahwa Hamas akan mencurahkan segala upaya untuk memulihkan semua Palestina secara total tanpa kecuali.

    Mr. Jokowi, Jangan Remehkan Pemilih Prabowo Hatta!


    By: Nandang BUrhanudin
    ****
    Pada suatu kunjungan ke sebuah kabupaten di Jabar Selatan, Bapak Bupati berbisik pada saya, "Stad, benarkah Prabowo-Hatta kalah?" Saya jawab waktu itu dengan nada opitmis, "InsyaAllah menang pak. Sabar saja!" Obrolan yang tidak tuntas, namun mencerminkan kekhawatiran para pejabat di daerah soal kebijakan Jokowi yang dipastikan terlalu "berpihak kepada ahli maksiat" dan mafia-mafia asing dari Asia hingga Eropa dan Amerika.

    Saya tidak menyalahkan demokrasi. Karena demokrasi adalah bagian terkecil dari kehidupan yang mengajarkan kita untuk berlomba-lomba. Tergantung masyarakatnya, berlomba dalam kebajikan atau kemaksiatan. Bagi saya, kegagalah pendukung Prabowo-Hatta, sebaris lurus dengan kinerja pembinaan dan penyadaran untuk bangkit dari masyarakat tentang kondisi riil Indonesia. Plus sumbangsih tak terpisahkan dari internal umat Islam sendiri, yang menganjurkan golput dan mengharamkan demokrasi. Di sisi lain, kalangan non Islam sepakat melakukan mobilisasi yang massif dan terstruktur.

    Lalu saya teringat dengan kasus kudeta di Mesir. Saat Mursi berkuasa, tuduhan yang paling kental adalah: Ikhwanisasi dan kegagalan ekonomi. Namun tuduhan ikhwanisasi dan kegagalan ekonomi di era Mursi, terbantahkan di lapangan. Bahkan kini diakui sendiri oleh tokoh-tokoh dan ormas anti Mursi. Seburuk-buruknya zaman Mursi berkuasa, tawanan politik dibebaskan, kebebasan pers dijamin, kebebasan berkumpul dan berserikat tidak diganggu, plus investasi besar-besaran membanjiri Mesir. Bahkan rakyat Mesir yang berdiaspora di luar negeri, dengan sukarela mengirimkan dollar dan uang asing ke Mesir. Hingga di penghujung kekuasaan Mursi, uang asing berlimpah dan cadangan APBN Mesir surplus.

    Lalu apa yang terjadi setelah kudeta? Kita paham bersama. Nyawa menjadi murah. Siapa yang kuat, dia yang hebat. Tak ada lagi norma hukum yang digunakan. Patokannya, like and dislike. Ikut kudeta, atau mati terhina! Lebih parah lagi, ekonomi Mesir mengandalkan bantuan Emirates dan Saudi. Bantuan yang tidak gratis tentunya. Di titik ini, junta kudeta pun menyadari, mengabaikan pendukung Mursi itu sama dengan menistakan setengah warga Mesir. Maka ketika As-Sisi mencanangkan kampanye "Tahya Mesir" (Mesir Jaya), respons masyarakat sangat sepi. Surat Utang Negara atau Obligasi tidak digubris, bahkan oleh para konglomerat Mesir, termasuk yang dulunya menjadi donatur kudeta.

    Kondisi di atas, akan mirip halnya dengan kondisi di Indonesia. Jika Jokowi bersikap abai terhadap para pemilih Prabowo, maka sama halnya mengabaikan 1/2 rakyat Indonesia. Seandainya semua sepakat tidak melakukan mogok menabung di bank, saya prediksi, berapa kerugian pemerintahan Jokowi untuk 5 tahun ke depan. Tentu saya tidak menganjurkan boikot pembayaran pajak, listrik, air. Toch itu adalah kewajiban terpakai yang seharusnya dibayarkan. Namun 1/2 pendukung Prabowo-Hatta, bisa menghukum Jokowi jika kekuasaannya terlalu berpihak kepada ahli maksiat, atau tunduk berlebihan pada kepentingan Mami Megawati dan Papi China serta Paman Sam AS. Persis seperti zaman Megawati berkuasa, asset-asset strategis dilelang. Lalu rakyat Indonesia hanya kebagian, gigit jari!
     
    Hosting Unlimited Indonesia

    Iklan Web/Blog

    "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu… (QS. Al-Anfaal:24)

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Sepenggal Firdaus - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger