Banyak di antara kita
menganggap, bahwa musuh sejati itu adalah yang terang-terangan, terbuka,
dan frontal melawan Islam. Padahal Abdullah bin Ubay bin Salul, musuh
sejati itu memiliki karakter:
- Menampakkan keislaman;
- Selalu menyertai baginda Nabi;
- Kata-katanya berisi petuah. Tapi saat perang Uhud berkecamuk, Ben Salul tak ikut berjihad, membiarkan Rasul berlumuran darah, dan tak kenal henti menebar isu agar Umat Islam terbelah. Kini Ben Salul modern hampir sama. Merusak dari dalam.
Pantas
Abdullah bin Azzam menegaskan, "Jika ada 10 peluru. Sisakan 9 untuk
musuh dari dalam. Tembakkan 1 untuk musuh dari luar. Tanpa musuh dari
dalam, tak akan mungkin musuh dari luar berani menyerang kita.
Bahkan jauh hari Baginda Rasulullah SAW pun pernah menyatakan :
Al Mu'min baina khamsan syadaaid : Mukmin (sejati) itu senantiasa berhadapan dgn lima musuhnya...
1. Mukmin yahsuduhu (mukmin yg mendengkinya).
2. Munafikun yabghadhuh (munafik yg membencinya).
3. Kaafirun yuqootiluhu (orang kafir yg memeranginya).
4. Syaithanun yudhilluhu (syaitan yg menyesatkannya).
5. Nafsun tunaaziuhu (hawa nafsu yg diperturutkannya).. (Hadits)
1. Mukmin yahsuduhu (mukmin yg mendengkinya).
2. Munafikun yabghadhuh (munafik yg membencinya).
3. Kaafirun yuqootiluhu (orang kafir yg memeranginya).
4. Syaithanun yudhilluhu (syaitan yg menyesatkannya).
5. Nafsun tunaaziuhu (hawa nafsu yg diperturutkannya).. (Hadits)
Sebuah kerja dakwah yang tulus, senantiasa akan berhadapan dgn kelima musuh tersebut..
"
Waspadalah!



Posting Komentar