- Eng ing eeng…kita bahas lagi tentang korupsi besar alias triliunan rupiah di Perum Bulog (badan urusan logistik).
- Modus korupsi di BULOG ini bermacam2. Mulai dari permainan harga dan kualitas beras impor, sampai korupsi di Raskin. Triliunan per tahun
- Mari kita urai dan bongkar satu per satu. Dimulai dari korupsi impor beras yg diduga melibatkan mantan staf khusus Presiden bidang Pangan
- Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi Prof Dr. Jusuf Gunawan Wangkar pada tanggal 14 Mei 2013 mendadak mengundurkan diri
- Alasan resmi pengunduran diri Jusuf Gunawan Wangkar ini secara resmi adalah karena mau fokus urus perusahaan keluarganya
- Namun, alasan yg sesungguhnya adalah JGW diduga terlibat dan otak dari berbagai kasus korupsi di sektor pangan termasuk impor pangan
- Pengunduran diri JGW sebagai staf khusus Presiden bidang pangan bertepatan dengan pemeriksaan Ketua DS PK Hilmi Aminuddin oleh KPK
- Tgl 14 Mei 2013, untuk pertama kalinya KPK undang dan periksa Hilmi Aminuddin. 3 hari sebelumnya Hilmi Bertemu dgn Presiden SBY
- Pada pertemuan tsb, ustad Hilmi secara blak2an menyampaikan semua informasi mengenai Mafia Pangan yg melibatkan Stafsus SBY dkk
- Menurut data Ust Hilmi, korupsi terbesar sektor pangan termasuk impor sapi/daging, otak pelakunya : Jusuf Gunawan Wangkar. SBY Shock !!
- Tidak hanya itu, Ustad Hilmi juga membongkar keterlibatan orang2 dalam istana /dekat Presiden SBY : KM, HH dan lain2. SBY makin Shock !!
- Selain JGW, nama2 mafia sektor pangan adalah Kasan atau Kusen dan Lidya yg jg adalah istri Jusuf Gunawan Wangkar. SBY hampir semaput !!
- Siapa itu Jusuf GW, Lidya dan Kasan kakak dari JGW ini? Mereka adalah sahabat karib SBY sejak SBY aktif di TNI. Pemasok catering di TNI
- Saat SBY jadi Panglima Pasukan Garuda di Bosnia (misi PBB) pun, JGW dan Kasan yg disebut2 sbg pengusaha pemasok makanan TNI di Bosnia
- Mundurnya JGW dari Stafsus SBY bid Pangan dapat diartikan sbg upaya utk tidak menyeret keterlibatan SBY dlm korupsi dan Mafia Pangan
- Dgn statusnya sbg Stafsus SBY bid Pangan, teman karib SBY selama puluhan tahun dst..Jusuf, Lidya, Kasan cs merambah kemana2. Ngeriii !
- Apalagi mereka dibantu penuh oleh orang2 dekat SBY, penghuni istana seperti KM & HH yg dikenal sbg tangan kanan Presiden SBY. Ngeriii !
- Hampir semua Kementerian dan Lembaga serta BUMN yg terkait Pangan menjadi sasaran korupsi mereka melalui proyek2 pengadaan pangan
- Jadi, kalau hanya kasus suap minta kuota impor daging sapi yg melibatkan LHI atau elit PKS, itu mah keciiiil banget. Ga sampai 5% nya !
- Praktek mafia dan korupsi yg mereka lakukan di berbagai K/L dan BUMN (SHS, BULOG, PERTANI, BERDIKARI dll) luar biasa besar. Triliunan !!
- Di BULOG misalnya, Jusuf Gunawan Wangkar dan Istrinya Lidya adalah otak korupsi impor beras RI. Tentu bersama2 Direksi Bulog
- Dirut BULOG Soetarto Alimoeso juga teman karib SBY. Teman SMA SBY. Klop deh sama Jusuf, Lidya, Kasan dll. Pesta pora korupsi triliunan
- Modus korupsi impor beras Bulog ini adalah dengan mewajibkan BULOG membeli beras impor dari perushaan milik JGW/Lidya di Vietnam sana
- Juga pembelian beras2 impor lainnya oleh Bulog, harus melalui perushaaan2 milik JGW, Lidya, Kasan cs di Vietnam, Thai, Myanmar dll
- Tentu saja harga beli BULOG tsb sdh dimark up oleh JGW cs. Direksi Bulog juga sdh tahu mark up tsb. Plus dgn fee US$ USD 10 - 36 / ton
- Direksi BULOG tidak ada yg berani melawan kehendak JUsuf, Lidya atau Kasan ini. Bakal dipecat kayak Sutono Dir PP BULOG yg mbalelo dulu
- Pada tgl 20 - 25 Jan 2011 yg lalu, Sutono (Dir PP BULOG) sedang berada di Vietnam utk realisasikan impor beras Indonesia dari Vietnam
- Tiba2 ada telpon masuk dari Istana yg perintahkan agar Sutono menerima/ menemui seorang wanita yg bernama Lidya, Sohib SBY. Sutono patuh
- Ketika bertemu dgn Sutono, Lidya langsung saja minta Sutono batalkan Schema Impor Beras yg sdh hampir final dan diubah dgn schema baru
- Tentu saja Sutono tdk bersedia penuhi keinginan Lidya yg ngaku2 sbg teman karib SBY selama puluhan tahun itu
- Lidya langsung sodorkan suap 1 koper penuh berisikan uang nominal USD 100 kepada Sutono. Sutono marah dan tolak mentah2.
- Sutono tetap laksanakan Schema Impor Beras sesuai dgn rencana semula. Lidya pun kecewa dan lapor ke Istana.
- Hanya dalam tempo 3 hari, tepatnya tgl 27 Januari 2011, Sutono yg baru pulang dari Vietnam, tiba2 dipecat ! Disodori SK Pemberhentian
- Sejak saat itu Sutono Direktur PP (pelayanan publik) Perum Bulog digantikan Agusdin Faried, boneka Dirut Soetarto Alimoeso. Mafia Menang
- Melalui pasangan suami istri Jusuf dan Lidya direksi BULOG diduga menerima fee US$ 10 - 36/ Ton beras. Belum termasuk mark up harga
- Belum termasuk fee dari operator kapal pengangkut beras impor yg US$ 1 -3 / Ton. Belum termasuk kerugian akibat rekayasa kualitas beras
- Tahun 2011 RI impor 2.75 juta ton beras. Kalikan US$ 10 per ton saja, maka didapat fee ke direksi BULOG = US$ 27.5 juta = Rp. 275 M !!
- Tahun 2011 RI impor beras 1.5 juta ton atau fee minimal ke direksi BULOG = US$ 15 juta atau Rp. 150 Milyar. Sedaaaaap hiks hiks !
- Cukup? TIDAK !! menurut info orang dalam BULOG, ada mark up atau selisih harga $US 15/ton. Kalikan saja dgn 2.75 juta + 1.5 juta
- Total mark up 4.25 juta ton x US$ 15/ ton = US$ 63.75 juta = Rp. 637.5 Milyar !!! Ini adalah kerugian negara MINIMAL. Banyak lagi !!
Siapakah staff khusus SBY bidang pangan yang mengundurkan diri itu ??
Written By Unknown on Minggu, 23 Juni 2013 | 20.33
Satu persatu, KONSPIRASI itu TERKUAAAKKK...!!! :



Posting Komentar