Tajuk.co SURIAH - Suriah dimasuki tentara-tentara
asing yang dianggap akan makin memperkeruh konflik di negeri itu. Para
pakar keamanan internasional memperkirakan ada ribuan tentara asing yang
kini ‘bermain’ dalam konflik di Suriah.
Para pakar antiterorisme daam konferensi di Aspen, Colorado
mengungkapkan, diantara tentara asing itu, ada sekira 600 tentara dari
Eropa, Amerika Utara dan Australia yang datang ke Suriah untuk melawan
pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad.
Press TV mengutip pakar-pakar antiterorisme yang mengatakan bahwa
tentara-tentara asing itu lebih dulu datang ke Turki sebelum masuk ke
Suriah. Di Turki, ada fasilitator yang akan menghubungkan
tentara-tentara asing itu dengan kelompok-kelompok tertentu di Suriah,
termasuk dengan kelompok Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan
Al-Qaida. Tentara-tentara asing itu dipersenjatai oleh Barat dan
negara-negara Arab lainnya yang anti-Assad.
“Dari perspektif ancaman, yang mengkhawatirkan adalah adanya
individu-individu yang berangkan ke Suriah akan makin radikal, mereka
mendapatkan pelatihan, dan kemudian mereka akan kembali ke Eropa Barat,
dan mungkin kembali ke AS,” kata Matthew G. Olsen, direktur Pusat
Anti-Terorisme Nasional AS.
“Skala yang terjadi saat ini sangat jauh berbeda dengan apa yang
pernah kita alami di masa lalu,” sambung Gilles de Kerchove, kordinator
anti-terorisme Uni Eropa.
Tentara-tentara asing, terutama yang datang dari negara-negara Barat
ke Suriah, memicu kekhawatiran di kalangan intelijen AS dan Eropa. Para
‘tentara’ itu, menurut para pakar, berpotensi menjadi ancaman baru
terorisme jika tentara-tentara asing itu kembali ke negara
masing-masing.


Posting Komentar