Islamedia - Gelombang penangkapan tokoh-tokoh
Islam Mesir khususnya Ikhwanul Muslimin sedang gencar-gencarnya
dilakukan otoritas Militer Mesir, Rabu (10/7) penuntut umum mengeluarkan
perintah penahanan Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin, DR. Muhammad Badie
dan sembilan pemimpin Islam lainnya, dengan tuduhan provokasi melakukan
tindakan kekerasan dan pembunuhan pada insiden pembantaian Wisma
Paspanpres yang menewaskan puluhan orang, sementara itu, otoritas
pemerintahan sementara mengungapkan bahwa Presiden terpilih Muhammad
Mursi ditahan di tempat aman.
Selain Muhammad Badie dan wakilnya Mahmoud Izzat Ibrahim yang ditangkap, keluar juga perintah dari penuntut umum untuk menahan dan menghadirkan DR. Essam Eryan, wakil Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) sayap politik Ikhwanul Muslimin, Muhammad Baltagie salah satu petinggi partai FJP, anggota Maktab Irsyad (Dewan Syura Ikhwanul Muslimin) Mahmoud Husain, dan dai islam sekaligus tokoh revolusi 25 Januari Shafwat Hegazi dan aktifis Abdul Rahman Izz. Lansir Al-Jazeera.
Perintah penahanan yang sama juga keluar atas nama mantan anggota parlemen dan ketua partai Al-Wasath, Essam Sulthan,anggota dewan syura Jamaah Islamiyah Ashim Abdul Majid, Safwat Abdul Ghani wakil Partai Al-Bina' wa At-Tanmiyah sayap politik Jamaah Islamiyah.
Penuntut Umum mengalamatkan tuduhan yang sama kepada mereka "Bersepakat dan melakukan provokasi serta membantu melakukan tindakan kejahatan yang terjadi di depan Wisma Garda Republik (Paspanpres), yang menyebabkan tewasnya puluhan demonstran Pendukung Presiden demokratis Muhammad Mursi.
Juru Bicara Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa sampai saat ini (Rabu, Dzuhur) belum ada yang ditangkap, sejumlah dari mereka berada di lapangan Rabeah Al-Adaweah melanjutkan aksi demonstrasi bertahan hingga Presiden terpilih Muhammad Mursi dikembalikan.
Otoritas Pemerintahan Mesir merilis jumlah korban terbunuh di depan Wisma Garda Republik sebanyak 50 orang, sementara rilis resmi dari Asosiasi Medis jumlah korban terbunuh lebih delapan puluh orang ketika aparat militer melepaskan tembakan ke arah pendukung Mursi saat melakukan shalat Subuh, Senin lalu.
Militer Mesir mengklaim bahwa sekelompok "teroris" berusaha menyerang Wisma Garda Republik, sementara itu, menurut demonstran yang bertahan di sekitar Gedung Garda Republik militer lah yang memulai menyerang dan menembakkan gas air mata dan peluru panas.
Rekaman Video Penyerangan Demonstrans yang membongkar kebohongan dan kebrutalan militer Mesir
Baru-baru ini sebuah video beredar di jejaring sosial dan diunggah di youtube, video yang berdurasi lebih 28 menit ini berhasil merekam peristiwa "pembantain subuh hari" di depan Wisma Garda Republik. Dalam video yang direkam oleh salah seorang warga yang tinggal dekat dengan Wisma Garda Republik ini, nampak dengan jelas aparat militer memulai serangan ke demonstrans saat shalat mereka tindakan dan penyerangan demonstran yang dilakukan oleh aparat militer Mesir, video ini mengungkap kebohongan dan klaim militer bahwa sekelompok orang berusaha menyerang gedung Garda Republik yang menewaskan lebih 80 demontsran pendukung Presiden terpilih Morsi.[islamicgeo.com]



Posting Komentar