Headlines News :
Home » » Kita Belum Merdeka Bung!!!

Kita Belum Merdeka Bung!!!

Written By Unknown on Jumat, 16 Agustus 2013 | 20.45


17-08-13 
Salah satu faktor penyebab utama penyulut perang yang sangat potensial adalah perebutan Sumber Daya Alam (SDA) untuk memenuhi kebutuhan rakyat/negara. Penguasaan SDA suatu negara oleh negara lain dapat dilakukan secara langsung (perang/penjajahan) & bisa juga dilakukan secara tidak langsung.
 
Penguasaan SDA secara tidak langsung adalah melalui korporasi/perusahaan-perusahaan asing atau melalui perusahan lokal yang jadi boneka asing, yang paling parah adalah penguasaan sumber daya alam oleh penguasa & pengusaha nasional negara itu sendiri tetapi dimanfaatkan untuk diri sendiri, artinya penguasaan sumber daya alam itu tidak memberikan kontribusi maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat hanya jadi penonton, Miskin.
 
UUD 45 kita jelas secara tegas bahwa seluruh kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan utk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kemakmuran rakyat dari kekayaan alam kita itu dapat dicapai melalui mekanisme : pajak, royalti, penyerapan tenaga kerja & multifier effect. Multiplier effect yang dimaksud adalah : keberadaan usaha pengelolaan SDA kita juga memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi rakyat, multiplier effect itu berupa pembangunan infrastuktur (jalan, jembatan, sekolah, listrik, pelabuhan, RS dst), UKM, trading, koperasi dst..
 
Sebab itu, setiap ada usaha ekspolitasi kekayaan alam harusnya negara dan rakyat menjadi makmur dan sejahtera. Bukan sebaliknya : MISKIN
 
Sekarang mari kita lihat faktanya. Bagaimanakah pengelolaan kekayaan alam yang dilakukan oleh pemerintah/negara RI sekarang ini? Pertama & yang terpenting : Apakah pemerintah kita pernah menginventarisir berapa total kekayaaan alam kita? Berapa nilainya? Apa saja? 
 
Pemerintah/Negara kita ternyata sampai saat ini TIDAK MEMILIKI DATA tentang jumlah total kekayaan alam yang kita miliki. Anehkan? Kok bisa? Rakyat tidak pernah diberitahu & tidak pernah tau berapa sebenarnya total kekayaan alam Indonesia. Bagaimana kita tahu kekayaan kita jika kita tidak tahu jumlahnya. Rakyat tidak tahu apa saja yg terkandung di bumi & laut Indonesia, tidak tahu berapa nilainya. Tidak tahu apa saja yg sdh dieksploitasi, Siapa saja yg ekploitasi kekayaan alam kita, dimana, berapa jumlahnya, apa jenisnya, berapa potensinya, berapa pajaknya, dst..rakyat tak tahu.
 
Informasi atau data tentang kekayaan alam indonesia mmg misterius, seperti ditutup-tutupii, dirahasiakan dari rakyat indonesia. Ini bahaya !
 
Kenapa Pemerintah merahasiakan kekayaan alam Indonesia? Untuk apa tujuannya? Apakah agar rakyat tidak tahu tentang konspirasi jahat SDA ini? Contoh kecil : rakyat tidak tahu secara jelas dan transparan tentang operasional Freeport di Papua yang ternyata juga ada ekploitasi emas. Pemerintah & freeport baru beri informasi tentang tambang emas itu setelah 30 tahun beroperasi di Papua. Sebelumnya hanya akui tembaga & perak. Artinya selama lebih 30 tahun, pemerintah dan freeport dengan bebas tambang emas di Papua tanpa bayar pajak dan royalti 1 sen pun kepada negara.
 
Freeport hanya satu contoh kecil. Ratusan perusahaan-perusahaan lain juga melakukan hal yang sama. Jumlah produksi direkayasa, eskpor dimanipulasi dst.. Kerugian negara luar biasa besar karena pajak dan royalti pada tambang termasuk juga pada eksploitasi hutan dll direkayasa jauh lebih kecil.
 
Rakyat tidak tahu praktek-praktek kotor ini, karena pemerintah dan pengusaha kolusi demi keuntungan pribadi dan kroni-kroninya. Rakyat tidak nikmati apapun, sebaliknya rakyat hanya jadi korban dari pengerusakan lingkungan oleh perusahaan-perusahaan ini, diusir dari lokasi industri, dikriminalisasi dst.
 
Pajak, royalti, iuran dll sumber pendapatan negara dari kekayaan alam, selama 68 tahun RI merdeka tidak mampu bawa kemakmuran rakyat, Rakyat tidak marah karena rakyat tidak tahu bahwa selama ini rakyat dibohongi dan diperdaya pemerintah dengan tidak berikan informasi tentang SDA, Ibarat kita punya uang di rekening bank tetapi kita tidak diberitahu berapa jumlah uang kita yang ada didalam rekening. Buku, kartu ATM & PINnya disimpan orang lain. Selama ini orang lain itu dengan bebas mengambil uang di rekening bank kita itu dengan buku, kartu dan PIN yang dia miliki. Kita tidak marah, kenapa kita tidak marah? Karena kita tidak pernah tahu berapa uang kita yang ada dan berapa yang sudah dicuri oleh orang lain. Begitulah analoginya.
 
Rakyat tidak marah terhadap praktek perampokan SDA kekayaan negara kita karena rakyat tidak pernah tahu berapa kekayaan kita sebenarnya, dan nanti tiba-tiba saja rakyat dihadapkan pada kenyataan bahwa kekayaan alam kita sudah habis dirampok. Tapi semua itu telah terlambat. Para perampok kekayaan alam kita itu sudah kabur. Penguasa-penguasa zalim itu dan kroninya sudah pindahkan semua harta haramnya ke luar negeri. Yang tersisa hanya tanah kering kerontang, hutan gundul, danau lumpur, lingkungan yang rusak, tercemar & bencana alam yang membawa kematian.
 
Inilah fenomena yang dapat kita lihat dari sabang sampai merauke. Industri tambang, hutan, kebon dimana-mana, tapi rakyat sekitarnya miskin sengsara. Hasil eksploitasi kekayaan alam direkayasa, dimanipulasi, pajak dimainkan, devisa diparkir di luar negeri, transfer pricing, kolusi dst. Hasil kekayaan alam kita yang diekspolitasi hanya 1/4 dari yang seharusnya masuk ke kas negara. 3/4 sisanya masuk kantong pengusaha/penguasa, bahkan dari ekspor minyak mentah dan gas bumi saja sampai saat ini tidak ada transparansi dan selalu gagal untuk dibuka didepan publik.
 
Regim saat ini lebih mengerikan praktek perampokan kekayaan alamnya. Banyak UU dan peraturan yang bertentangan dengan amanah konstitusi, masih segar ingatan kita ketika Presiden China secara tak sengaja infokan bahwa china impor 80 juta ton batubara tahun 2011, padahal catatan resmi pemerintah RI, kita hanya ekspor 25 juta ton batubara ke China. Ada 55 juta ton yang tak dilaporkan. Pajak 13 T hilang.
 
Penggelapan pajak melalui rekayasa nilai ekspor batubara itu hanya satu contoh kasus dari puluhan atau ratusan kasus tiap tahunnya. Kita belum singgung soal kekayaan laut kita yang selama ini jadi surga penjarahan ikan dan hasil laut lainnya. Illegal fishing saja 19 T/thn, Makanya tidak heran jika data tentang pencurian kekayaan alam kita pun tidak pernah sama. Ada yg sebutkan 400 T, ada yg sampai 700 T/thn, perampokan kekayaan alam kita itu semuanya berjalan mulus. Bahkan direstui penguasa dengan menerima upeti, suap, bagi hasil, dividen dsb.
 
Praktek perampokan kekayaan alam kita ini benar-benar melanggar UUD 45. Tapi mau bilang apa? Semuapetinggi sipil, polisi & militer, pusat dan daerah, & beberapa elit politik semuanya ikut ambil bagian. Berjamaah.
 
Tinggal rakyatlah yang menderita, miskin dan sengsara tak mendapatkan apa-apa dari kekayaan alam milik negara. Bahkan sebagian malah dipenjara. Rakyat kecil dipenjara karena dituduh mencuri kekayaan alam : penambang liar, pencuri hutan, penguasaan lahan tanpa izin dst..dst..miris
 
Semua ini tak akan terjadi jika pemerintah benar-benar menjalankan amanat konstitusi : semua kekayaaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tidak ada satu kata pun dalam konstitusi kita yang sebutkan : kekayaan alam dikuasai penguasa/pengusaha dan untuk kemamuran penguasa/pengusaha.
 
Apakah yang sekarag jadi tindakan kita? Apa yg harus rakyat lakukan? Hanya ada satu jalan : paksa pemerintah laksanakan amanah konstitusi !!
 
Dan salah satu kepedulian kita, mari kita gabung dalam kafilah bisnisnya Ustadz Yusuf Mansur, yang menurut bahasa beliu… mari KITA BELI ULANG INDONESIA… melalui gerakan IndONEsia BERJAMAAH… PASTI BISA!!!…. Caranya???
 
 
Sekian saja dulu..terima kasih telah menyimak dan semoga bermanfaat..
Merdeka !!!!
 
anak2-berlari-membawa-bendera
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sepenggal Firdaus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger