By: Nandang Burhanudin
****
Sejak debat dengan Cak Nur, 1991-1992 saya yang baru Aliyah selalu
mengikuti pemikiran Ustad Daud Rasyid. Beberapa kali berjumpa, hingga
saat takziah di salah seorang pengurus Dewan Dakwah di Condet 3 tahun
lalu.
Saya pun sering mendengar "nasib karir" sang Doktor di kampus UIN. Hingga akhirnya Sang Ustadz fokus di DDII dan mengajar.
Kini saya temukan serpihan pemikiran, yang berpijak dari pemahaman fiqh
realitas. Pemikiran yang singkat, tapi padat. Terlebih di saat
banyaknya propaganda dar gerakan Islam tertentu untuk Golput dan
menyerang partai Islam tertentu (PKS).
Kumpulan Twitter Ust DR.Daud Rasyid, MA
RT @daudrasyid: Hentikan membicarakan aib partai Islam sekarang. Tak
ada maslahatnya. Kalo krg puas hadiri kajian selasa magrib tebet
mas.alittihad.
RT @daudrasyid: Partai2 Islam! Kuatkan semangat juang dan ukhuwah. Rebut kekuasaan utk menjalankan Islam!
RT @daudrasyid: Umat Islam harus mendukung perjuangan sdr2 mereka di jalur politik. Bukan sebaliknya
RT @daudrasyid: Kita sdh hafal kelemahan partai Islam saat ini.tp
apakah kita harus meninggalkan mereka.Lalu Siapa yg diuntungkan?
RT @daudrasyid: @hariloka2 @hattasyamsuddin Kritikan itu bagus disampaikan kalo partai islam sdh berkuasa
RT @daudrasyid: Di DKI mereka menang.Di jabar dan sumut mereka gigit jari. 2014 milik umat Islam.
RT @daudrasyid: Biadab,pembantaian umat Islam di Rep.Afrika Tengah. Ayo rebut kekuasaan!
RT @daudrasyid: Dlm bedah buku Prof Rasyidi di UI,sy katakan.pemikiran
tanpa gerakan,akan lenyap.cepat hilang.Gerakan tanpa pemikiran akan
liar.
RT @daudrasyid: Yg dilakukan oleh Rasulullah membangun
gerakan di atas ideologi Tawhid. Hasilnya sampai sekarang dan hingga
akhir zmn.
DR. Daud Rasyid, Ustadz yang Rasyid
Written By Unknown on Rabu, 12 Maret 2014 | 23.40
Label:nasional, internsional, khazanah,
Selidik



Posting Komentar