Headlines News :
Home » » Dua Negeri, Rahim Islam Moderat

Dua Negeri, Rahim Islam Moderat

Written By Unknown on Kamis, 13 Maret 2014 | 00.30

By: Nandang Burhanudin 
**** 

Hari kemarin saya diundang ke Sekolah Turki. Berjumpa dengan mas'ul (kepala) asrama. Ia dipanggil Ustadz Nurman. Asli Albania. Wajahnya ganteng deh. Kalau ke Indonesia, bisa jadi dikerubutin ibu-ibu muda, apalagi yang tua. 

Setelah perkenalan. Ustadz Nurman cerita bagaimana AlBania dahulu adalah negeri Muslim di Balkan, yang terakhir memisahkan diri dari kekhilafahan Turki Utsmani. Lepas dari Turki Utsmani, Uni Soviet menginvasi. Jadilah AlBania negeri komunis. Masjid-masjid ditutup. Shalat dilarang. Segala yang berbau Islam pun ditiadakan. Namun karena Islam telah menjadi budaya sejak 500 tahun bersama kekhilafahan Utsmani. Komunis boleh jadi mencabut simbol-simbol Islam, tapi tidak dengan spiritnya. 

Usai merdeka, AlBania berbenah. Pemerintah pun menggalakkan progam pemberdayaan SDM. Salah satunya belajar Islam dari negara-negara Islam. Dikirimlah pelajar ke Saudi Arabia sebanyak 40 orang, ke Mesir, dan beberapa negara Asia (hanya Indonesia tidak disebutkan). 

Lima tahun kemudian. Mereka pulang. Apa gerangan yang terjadi? Para imam-ustaz yang dikirim ke Saudi Arabia, berdakwah dengan kasar dan sadis. Segala hal haram dan bid'ah. Masyarakat yang belum sembuh dari racun-racun akut komunisme, kembali dikagetkan. "Ini bukan Islam yang nenek-moyang kami kenal dahulu di zaman Utsmani. Islam model Saudi, sungguh membuat siapapun akan lari." Akhirnya mereka tak lagi mempedulikan Islam. Karena menurutnya, Islam yang dibawa terlalu rigid dan sadis. 

Menurut Ustadz Nurman, Islam yang pas adalah Islam yang wasathiyyah (moderat). Yaitu Islam yang menjaga keseimbangan antara nilai-nilai ukhrowi, norma-norma tradisi, dan kemajuan materi-sains teknologi. Islam adalah kebenaran. Namun memperjuangkan kebenaran Islam, adalah hal lain. Perlu seni tersendiri. Seni dalam berdakwah inilah yang sekarang terkikis. Seni itu dimiliki Wali Songo dan para saudagar yang berdakwah menyebarkan Islam ke Nusantara. Termasuk dakwah yang dibawa Amru bin Ash ke Mesir. Jadi kini ada dua negara yang kaya dengan seni-seni dakwah; Indonesia dan Mesir.

Tapi menurut saya, itu cerita lama. Lulusan Saudi sekarang tampil lebih elegan. Tentu tidak semua orang. Ada juga yang dari Saudi yang liberal. Sebagaimana lulusan Mesir sangat lengkap. Semua kembali kepada pribadi dan dengan siapa ia bergaul. Namun tetap saya mengapresisasi Ustad Nurman yang nampak tak kenal lelah. Padahal ia masih bujangan! Lihat bujang-bujang Indonesia, malah sibuk Fesbukan!
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sepenggal Firdaus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger