By: Nandang Burhanudin
*****
Saya pikir, ilmu yang diturunkan Yahudi (AS-Israel) ke militer-polisi negara-negara Islam sudah mulai kuno.
=> Kriminalisasi kasus.
=> Rusak dengan wanita.
=> Peledakan bom.
=> Menuduh lawan/pesaing politik seagai teroris.
Yang tetap canggih adalah;
=> Merusak Islam dari dalam.
=> Menabuh terus gendang perpecahan.
=> Mendanai dan melatih kader-kader gerakan Islam untuk menjadi pengacau dan pengalih perhatian.
Hal ini yang terjadi. Targetnya sama: Umat Islam yang berjuang dalam politik dilarang untuk menang. Jika menang dengan suara < 50 % akan diganggu dengan isu-isu syariat dan khilafah yang otomatis mengharamkan demokrasi, thogut, dlsb. Jika menang dengan suara masyarakat mayoritas, maka akan diKUDETA.
*****
Saya pikir, ilmu yang diturunkan Yahudi (AS-Israel) ke militer-polisi negara-negara Islam sudah mulai kuno.
=> Kriminalisasi kasus.
=> Rusak dengan wanita.
=> Peledakan bom.
=> Menuduh lawan/pesaing politik seagai teroris.
Yang tetap canggih adalah;
=> Merusak Islam dari dalam.
=> Menabuh terus gendang perpecahan.
=> Mendanai dan melatih kader-kader gerakan Islam untuk menjadi pengacau dan pengalih perhatian.
Hal ini yang terjadi. Targetnya sama: Umat Islam yang berjuang dalam politik dilarang untuk menang. Jika menang dengan suara < 50 % akan diganggu dengan isu-isu syariat dan khilafah yang otomatis mengharamkan demokrasi, thogut, dlsb. Jika menang dengan suara masyarakat mayoritas, maka akan diKUDETA.



Posting Komentar