By: Nandang Burhanudin
****
Tadi malam saat perjalanan pulang dari Jakarta, saya mendengar iklan
kamera foto yang sudah bisa menggunakan intruksi suara. Teknologi yang
terinspirasi dari suara tukang parkir. "Kanan dikit ... ya geser ke kiri
.. munduur habiis ... stop!" Sedang di teknologi foto sudah ditambah
dengan "Ciiiis!"
Teknologi ini pula yang sekarang digunakan untuk memotret
PKS. Teknologi sensor suara yang tentu sudah disesuaikan dengan
keinginan si pemilik suara. Yaitu memotret momentum apapun tentang PKS.
Namun khusus di momen-momen buram. Momen kasus tuduhan korupsi sapi
misalnya? Potret PKS sangat babak belur. Wajah-wajah kisut-kusut
mewarnai press comperence pengurus PKS. Tujuh hari tujuh malam, headline
berita seputar PKS. Potret korupsi sapi lebih besar dipanding potret
korupsi lainnya yang lebih besar.
Usai potret LHI, sensor
suara memotret segmen paling sensitif. Yaitu caleg Noni PKS di daerah
minoritas Muslim dan caleg terindikasi Syi'ah juga paling banyak diblow
up. Nah kini kamera otomatis itu kembali membidik potret kasus-kasus
yang bersumber dari alam antah berantah; Praktik Cabul Caleg PKS
terhadap anak SMP. Isu untuk menutupi potret seputar penjualan Gunung
Ciremai, gagal membidik AHER Gubernur Jabar dari PKS.
Dahsyat
bukan? Menjelang Pemilu 2014, juru-juru foto yang tugasnya mengambil
momen-momen buram PKS disebar. Bahkan di FP saya, ada yang mengibaratkan
sosok-sosok yang sibuk mencari-cari kesalahan bagaikan seekor anjing
peliharaan yang mencari-cari bau busuk, sedangkan tuannya tersenyum
sambil goyang-goyang kaki.
Lucunya, yang paling kencang
mencari-cari kesalahn PKS bukan dari JIL-Non Islam- tapi dari kalangan
gerakan Islam yang mengklaim paling syariah dan paling dekat dengan
Sunnah Nabi. Entahlah syariah dan Sunnah Nabi yang mana yang dijalankan!
Hanya saja, para juru foto dan sang tuan lupa bahwa PKS
adalah partai berbasis ideologis. Semakin ditekan dan dituduh dengan
tuduhan yang mengada-ada, maka imunitas kader terhadap PKS semakin
kebal. Mereka tahu PKS tidak sempurna. Sadar bahwa PKS ada buramnya.
Namun buramnya PKS masih bisa dibersihkan. Ketidaksempuranaan PKS masih
bisa diperbaiki. Caranya dengan memenangkan PKS di 2014. Selanjutnya
setiap kader harus siap menjadi pengawas setiap aleg dan birokrat PKS,
agar potret yang dihasilkan selalu, "Ciiiis!"



Posting Komentar