****
Soal masalah iri-dengki-hasud, orang-orang non Islam
mampu memupusnya selama ada kepentingan bersama MENGHANCURKAN umat Islam.
Mereka bersatu padu mencoblos PDIP di setiap Pemilu.
Soal masalah KEPENTINGAN, orang-orang Islam sulit
sekali memupus iri-dengki-hasud. Malah mengelompokkan orang-orang yang berbeda
jalan perjuangan ke kelompok kafir (sama
dengan Kristen-Yahudi). Tengok saja, GOLPUT dianggap sebagai perjuangan. Mereka
bangga saat partai-partai berhaluan Islam keok dan lumpuh.
Saat diserukan, yo dukung Parpol Islam! Jawabannya
adalah pertanyaan, "Apa manfaatnya? Selama ini apa yang dilakukan Parpol
Islam?" Mereka menganggap Parpol Islam tidak ada sumbansihnya. Tentu tutup
mata tentang keterwakilan parpol Islam kurang dari 10 % saja di parlemen. Namun
tuntutannya, penerapan syariat Islam bro! Nah kalau parpol Islam sukses
menggagalkan berbagai RUU yang merugikan umat Islam. Tipe-tipe ini diam seribu
bahasa! Tanya kenapa?
So, kalau urusan menghadapi Islam dan umatnya,
Yahudi-Kristen-Aliran Sesat bisa bersatu bray! Masa' yang teriakannya syariat,
Sunnah, Khilafah kagak bisa sedikit saja memberikan suara di Pemilu. Seandainya
Demokrasi bukan dari Islam, apakah memberi sumbangsih kebagikan kepada sesama
muslim atau lembaga bukan dari Islam? Apakah mendukung saudara seiman yang
berjuang menolak mudarat atau efek negatif kaum Noni, tidak termasuk ibadah?
Anehnya, urusan HISAB akhirat selalu diperingatkan
kepada sesama muslim yang berjuang lewat Parlemen. Namun HISAB akhirat seperti
terlupakan bagi saudara-saudara yang justru sibuk menggembosi dari dalam!
So, nampaknya kita punya dalil tentang larangan
iri-dengki-hasud. Tapi kita sendiri pelaku hasud. Tak ubahnya Haji Muhidin
plus, yang tak pernah berhenti menebar ranjau-ranjau hasud!



Posting Komentar